Patah Pangkal Paha Kiri karena Gagal Take Off


Jumat tanggal 11 Desember 2020 akan menjadi hari yang tak terlupakan bagiku. Sebagai prolog, pada bulan Juni 2020, aku, Probo Susanto dan Donni Wisly Pasaribu, mendapatkan SK (Surat Keputusan) dan ST (Surat Tugas) mengenai penugasan kami sebagai calon pilot pesawat microlight trike di Balai Tanagupa. Berdasarkan SK dan ST tersebutlah aku dan Probo memulai hari-hari sebagai murid di Padepokan 1129 sejak 1 Juli 2020, sedangkan Donni adalah senior kami yang telah memulai pelatihan sejak Maret 2020. Pelatih kami sendiri merupakan pendiri Padepokan 1129 dan pilot andalan Balai Tanagupa selama lebih dari 10 tahun, Wahyudi Santoso, yang biasa kami panggil Capt. Yudi. Selain murid dari Balai Tanagupa, Capt. Yudi juga punya tiga murid lainnya yang berlatih bersama kami dari Balai KSDA Kalbar, yaitu Yoga, Nurul, dan Urai.

Keterangan:

  1. Murid-murid Shifu (a.k.a. Capt. Yudi) sedang belajar komponen mesin microlight trike di Padepokan 1129, Sabtu (11/07/2020). Kiri ke kanan: Nurul, Yoga, Yusuf, Donni, Urai, Probo. Foto: Wahyudi Santoso.
  2. Pilot, Co-Pilot, & Ground Crews. Kegiatan foto udara di Pelang-Ketapang, Selasa (22/07/2020). Kiri ke kanan: Yusuf, Danang, Capt. Yudi (Pilot), Nurul (Co-Pilot), Donni, Probo. Foto: Dok. Padepokan 1129.

Pada 6 November 2020 pukul 16.19 – 16.23 WIB, senior kami, Bang Donni akhirnya berhasil terbang solo (terbang tanpa didampingi instruktur/pelatih) untuk pertama kalinya.

Selamat ya Bang! XD
Aku dan tiga buah pesawat microlight trike di Airstrip Tanagupa, Rabu (02/12/2020). Foto: Nurul Shaumi Ramadhani.

Kembali kepada hari bersejarah, Jumat, 11 Desember 2020. Tak disangka, ternyata pagi itu akan menjadi saat terakhir aku terbang dengan pesawat microlight trike di tahun 2020. Ya, walaupun jika tidak ada kejadian tersebut aku memang sudah merencanakan pagi itu akan menjadi momen terakhir latihan terbang di tahun 2020. Sebab aku memang sudah merencanakan akan pulang ke Jakarta pada tanggal 17 Desember 2020.

Kecelakaan tersebut pun dimuat di berbagai media massa online, salah satunya seperti di Pontianak Tribunnews. Ada banyak hipotesis penyebab kejadian kecelakaan tersebut dari sudut pandang diriku meski aku memang tidak punya kapabilitas dan hak untuk menjelaskan itu. Jelas yang punya kemampuan dan hak untuk menjelaskan adalah pilot microlight trike berlisensi* ataupun tenaga ahli terkait lainnya.

*FYI, lisensi untuk pilot microlight trike adalah SPL (Sport Pilot License).

Dalam hipotesis yang diberikan oleh Capt. Yudi selaku pilot microlight trike berlisensi sekaligus mekanik microlight trike yang ikut terbang bersama diriku, tidak ada faktor human error dalam kejadian ini. Meski begitu, aku masih merasa sangsi, jangan-jangan ada faktor kesalahan dari diriku sebagai pilot utama. Seperti apakah aku kurang maksimal dalam menekan gas saat lepas landas sehingga pesawat tidak mendapatkan ketinggian normal minimum take off dan lain sebagainya (kalau dijelaskan lebih lanjut tidak semua pembaca blog ini paham, jadi skip saja). Intinya dalam hati aku tetap punya rasa bersalah karena Capt. Yudi pun terpaksa mengalami luka robek dan patah tulang.

Selain tidak ada human error, berdasarkan hipotesis beberapa tenaga ahli, tidak ada juga faktor kesalahan mesin (machine error). Sebab selain pesawat tersebut sering dipelihara (maintenance), tepat sebelum kejadian, kawanku Probo berhasil menjalani latihan selama 15 menit dengan aman.

Ada beberapa momen berkesan dari musibah ini:

  1. Tidak Sadar Mengucapkan Takbir
    Satu menit kurang sebelum pesawat menabrak rawa-rawa, aku punya firasat bahwa pesawat akan jatuh. Saat itulah aku hilang kesadaran sesaat* dan ternyata aku sempat bertakbir tanpa sadar. Keadaan bahwa diriku sempat meneriakkan takbir kuketahui dari Probo yang mendengar langsung dari Capt. Yudi saat aku di IGD.
    *hanya sesaat, karena ketika pesawat sudah jatuh diriku sudah kembali sadar.
  2. Jatuh di Rawa
    Alhamdulillah ada rawa-rawa di sekitar landasan dan pesawat memang sempat diarahkan Capt. Yudi agar apabila jatuh, jatuhnya di rawa-rawa bukan di kebun. Terbayang kan kalau jatuhnya di kebun (tanah keras) ataupun aspal dan bangunan! 😦
  3. Dua Jam Serasa Setengah Jam
    Orang pertama yang tiba di TKP untuk evakuasi tiba dua jam setelah pesawat mendarat di rawa-rawa. Dua jam bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Apalagi menunggu dalam keadaan basah, kotor, dan terluka. Tapi alhamdulillah rasanya seperti hanya menunggu selama setengah jam. Sebuah anugerah yang luar biasa. 😀
  4. Rebahan di Pesawat Komersial
    Patah pangkal paha belum bisa ditangani di Ketapang, sehingga harus dirujuk ke Pontianak yang akhirnya dirujuk langsung ke Jakarta karena keluarga ada di Jakarta. Karena tidak mampu duduk normal (harus berbaring), evakuasi diriku ke Jakarta memerlukan biaya setara membeli 20 kursi (8 kursi KTP – PNK, 12 kursi PNK – CKG). Alhamdulillah biaya evakuasi ditanggung oleh kantor. Kapan lagi kan berasa sultan.. XD
Rebahan di pesawat tipe ATR rute KTP-PNK, Senin (14/12/2020). Foto: Dok. Tanagupa
Rebahan di pesawat tipe Boeing rute PNK-CKG, Senin (14/12/2020). Foto: Wahyu Iskandar.

Kalau pahitnya sakit patah tulang dan luka robek mah gak usah ditanya ya, wkwk.. Ambil hikmahnya aja, kayak gini..

  1. Kumpul Bersama Keluarga
    Alhamdulillah jadi bisa kumpul dalam jangka waktu panjang sama keluarga yang selama ini LDR-an..
  2. Hadiah Mutasi
    Meski sebenarnya belum boleh mengajukan mutasi karena belum 5 (lima) tahun kerja, tapi karena kecelakaan kerja ini kepala balaiku, M. Ari Wibawanto, memberikan hadiah khusus kepadaku agar bisa mutasi tahun ini ke BKSDA Jakarta. Saat ini masih dalam proses, mohon doanya agar proses mutasi ini dilancarkan, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin..
    Apabila ada pembaca postingan ini yang juga berharap suatu hari dapat mutasi, kudoakan semoga bisa mendapatkan apa yang diinginkan atau apapun yang terbaik menurut Allah SWT, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin..

Sebenarnya ada momen sedih selama masa pemulihanku di rumah. Mungkin nanti kuulas di postingan yang lain, in syaa Allah..

Sekian. Terima kasih sudah membaca. 🙂

Terima kasih banyak kepada semuanya. Teman-teman yang membantu evakuasi, teman-teman dan keluarga yang menjenguk bahkan merawat (jaga) selama di RS, serta keluarga, teman-teman, dan orang baik lainnya__yang secara personal mungkin tidak/belum saya kenal__yang memberikan bantuan lainnya apapun itu, baik bantuan materi (uang dll), tenaga, dan doa. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian semua, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin..

Yusuf Muhammad

Mulai ditulis di Jakarta, 27 Januari 2021 dan selesai pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 pukul 10.30 WIB.
Setelah lebih dari setahun hiatus gak bikin postingan, akhirnya bisa menulis blog lagi, alhamdulillah.

3 pemikiran pada “Patah Pangkal Paha Kiri karena Gagal Take Off

  1. Tambahan:
    Beberapa orang yang mendengar kabar kecelakaan saya bertanya atau mengira itu pertama kalinya saya mengendarai pesawat microlight trike sehingga akhirnya gagal take off.

    Faktanya itu memang murni musibah yang sudah ditakdirkan Allah SWT. Kurang lebih saya sudah memiliki jam terbang latihan selama 8 jam.

    Suka

  2. Alhamdulillaah masih selamat ya, Ambil hikmah banyak2 dari setiap peristiwa. Memang sudah Qadarullah itu,

    Masih khas tulisannya mengedepankan etika dalam menyampaikan penulisan

    Lama gak nulis, sekali nulis cuma sehari ya kak hehe
    Berapa kali itu ngecek typo, diksi dll.nya?
    wkwk

    Sehat selalu kak
    Salam dari Tegal

    Disukai oleh 1 orang

    1. Hahaha, you know me too well..

      Efek (pernah) pengen jadi sastrawan tapi gagal, wkwk..

      Ngecek “puluhan” kali mungkin, wkwk.. Edit berulang2 juga tuh masalah “isi” postingan..

      Aamiin.. Sehat juga ya Tur..
      Salam dari Jakarta..

      Suka

Silahkan tulis pesan dan kesanmu di sini.. :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.